Jumat, 27 Februari 2015

AL-HIKAM: Dibukakan Pintu Mengenal Allah

Bismillaahirrahmaanirrahiim...



Dibukakan Pintu Mengenal Allah Ta’ala



“Jika Allah subhanahu wa ta’ala membukakan jalan bagi Anda untuk mengenal-Nya maka janganlah peduli terhadap amalan Anda, meskipun amal itu sedikit. Tidaklah Dia membukakan jalan itu bagi Anda, kecuali Dia ingin berkenalan dengan Anda.”

            Jika Allah subhanahu wa ta’ala membukakan jalan makrifat bagi Anda untuk mengenal-Nya, sehingga Anda bisa melihat sesuatu yang berada di balik kenyataan, maka syukurilah walaupun Anda sadar bahwa amalan Anda belum seberapa.

            Biasanya seseorang yang dikaruniai makrifat oleh Allah subhanahu wa ta’ala, maka ia mampu menangkap hikmah yang ada di balik sebuah peristiwa dan mengenal rahasia di balik ciptaan-Nya. Ketika melihat air mengalir, angin berhembus, burung berkicau, dan binatang berlarian, ia bisa mengenal rahasia semua itu.

            Kata-katanya penuh wibawa, seolah-olah ada aura yang dipancarkan dari mulutnya, sehingga membuat orang lain tidak mampu membantahnya.

Banyak beramal bukanlah jaminan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala akan membukakan baginya pintu makrifat. Dalam ibadah, yang penting adalah kualitas bukan kuantitas. Bisa jadi seseorang yang sedikit amalnya, namun lebih tinggi kedudukannya di mata Allah. Sebaliknya, bisa jadi seseorang yang banyak amalan, namun lebih rendah kedudukannya di mata Allah. Nikmat ibadah dan makrifat hanya bisa dirasakan oleh orang-orang yang dipilih-Nya.

Jikalau Anda sudah diberikan-Nya pintu makrifat maka syukurilah karena Dia sudah membukakan pintu hidayah-Nya bagi Anda untuk mengenal-Nya. Semakin Anda mengenal-Nya maka Anda semakin dekat dengan-Nya.

Jikalau jarak Anda sudah dekat dengan-Nya maka lisan Anda adalah lisan yang diberkahi-Nya, sehingga kata-kata yang keluar tidak pernah sia-sia, namun penuh dengan hikmah. Begitu juga halnya dengan kaki Anda, tangan Anda, dan anggota badan lainnya. Semuanya akan berjalan di bawah pengawasan-Nya dan Anda pun akan selalu merasa selalu diawasi oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

sumber: buku Syarah Al-Hikam karya D.A.Pakih Sati, Lc.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar