*Review*
📚 Judul : Merantau ke Deli
✏️ Penulis : Hamka
🖨 Penerbit : Pustaka Jaya
📆 Tahun terbit : 2020
📖 Tebal : 161 halaman
👩💻 Reviewer : Ferrisia Virgata (M.T.H)
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Merantau ke Deli merupakan karya Hamka pada masa sebelum perang dunia ke-2, dimuat berturut² dalam majalah pedoman masyarakat pada tahun 1939-1940. Pada tahun 1941 dibukukan dan diterbitkan oleh penerbit cerdas Medan. Pada tahun 1960-an novel ini jg pernah diterjemahkan dan diterbitkan di Malaysia dg judul "Merantau ka Deli", hingga 5 kali cetak ulang.
Deli pada masa itu terkenal dg perkebunannya sehingga banyak orang² yg datang kesana untuk merantau dan menjadi kuli. Salah satunya adalah Poniem, buruh asal Jawa yg jg merupakan gundik dari salah seorang mandor perkebunan. Perkenalannya dg Leman, seorang pedagang kecil dari Bukittinggi yg menyukainya, membuat mereka memutuskan untuk kabur dan menikah di kota Deli. Dg bermodalkan perhiasan Poniem, mereka membuka kedai dan berjualan kain sehingga berkembang.
Konflik muncul ketika Leman dan Poniem pulang ke Bukittinggi. Leman yg dianggap sudah kaya didesak oleh keluarga untuk menikah lagi dg perempuan minang. Leman akhirnya menikah dg Mariatun, seorang gadis dari kampungnya. Kehidupan mereka yg awalnya bahagia dan tentram, sedikit demi sedikit mulai terjadi perselisihan. Karena pandainya Mariatun melakukan bujuk rayu, akhirnya Leman menceraikan Poniem.
Poniem pergi meninggalkan Leman diikuti oleh Sujono seorang pembantu mereka yg juga berasal dari Jawa. Mereka pergi ke Medan dan memulai perniagaan kembali dari awal. Mereka juga memutuskan untuk menikah dan mengadopsi anak. Berkat keuletan mereka, usaha Mereka berkembang dan memutuskan kembali ke Deli serta membeli tanah dan membuat rumah disana. Sementara Leman, semenjak ditinggal Poniem dan Sujono, usahanya mengalami kemunduran dan akhirnya bangkrut, dan memutuskan kembali pulang ke Bukittinggi.
Kisah ini mengajarkan bahwa tidak selamanya adat membawa kebaikan. Adat diminang pada masa itu, seorang laki² minang mestilah menikah dg perempuan minang, jika tidak maka pihak keluarga akan mendapat malu.
Review Buku Komunitas Carengru Batch 8
Tidak ada komentar:
Posting Komentar