Rabu, 13 Januari 2021

Review Buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata



πŸ“š Judul : Laskar Pelangi
πŸ“ Penulis : Andrea Hirata
πŸ–¨️ Penerbit : PT. Bentang Pustaka
πŸ“… Tahun terbit : 2006
πŸ“– Jumlah Halaman : 529 halaman
πŸ§• Reviewer : Ika Desi Angeliana

πŸƒπŸŒΊπŸƒπŸŒΌπŸƒπŸŒΊπŸƒπŸŒΌπŸƒ


Berkisah tentang sebelas anak miskin dari kampung Pulau Belitong dan petualangan mereka bersama sebagai murid-murid seangkatan di sekolah Muhammadiyah yang serba terbatas, sejak kelas satu SD hingga SMP. Ceritanya dituturkan lewat sudut pandang orang pertama, si Ikal, dan ditulis berdasarkan kenangan masa kecilnya.

Dibuka dengan cerita hari pertama sekolah, ketika anak-anak dan para guru dengan cemas menanti sampai jumlah anak mencapai sepuluh orang supaya sekolah bisa diadakan pada tahun ajaran itu. Saya suka detail-detail yang disajikan--tentang baju, sepatu butut, tas karung, dll ... 

Cerita berlanjut dengan penggambaran tokoh-tokoh cerita. Ibu Muslimah dan Pak Harfan, tokoh-tokoh mengagumkan yang benar-benar patut dijadikan teladan. Kemudian, kesepuluh murid, dengan porsi terbesar untuk Lintang si jenius dan Mahar si seniman. Lalu, petualangan-petualangan mereka dan sedikit kisah cinta

Ada sedikit kecawa ketika saya membaca novel ini. Tak ada konflik di hampir sepertiga buku. Saya hanya merasa disuguhi perkenalan tokoh dan setting tempat yang benar dikuliti tuntas. Pemetaan waktunya pun tidak jelas, kapan setiap peristiwa ini terjadi. Saya hanya tahu, terjadinya antara kelas 1 SD sampai 3 SMP, tapi entah kapan tepatnya karena seringnya cerita melompat maju-mundur.

Satu hal lagi adalah penggunaan nama-nama Latin dan Bahasa Inggris untuk flora fauna. Memberikan sedikit tambahan pengetahuan tentang alam memang, namun menurut saya itu sedikit berlebihan.

Ada dua plot utama di paro kedua buku ini. Pertama tentang Mahar dan proyek-proyeknya. Kedua tentang kisah cinta Ikal pada A Ling. Dua plot yang dikisahkan berselang-seling. Kisah ditutup dengan cerita anggota-anggota Laskar Pelangi 12 tahun kemudian.

Salah satu bagian yang paling berkesan buat saya adalah surat yang dikirimkan Lintang untuk Sang Ibunda Guru, setelah 4 hari tidak masuk sekolah. Ada rasa sesak dalam surat yg hanya sepanjang 2 baris itu.

Review Buku Komunitas Carengru Batch 8

Tidak ada komentar:

Posting Komentar